Call Us:+1-888-888-888

Ada 4 konsep elastisitas

Home  /  Pendidikan  /  Ada 4 konsep elastisitas

11.Feb, 2020 Comments Off on Ada 4 konsep elastisitas Pendidikan

Ada 4 konsep elastisitas

Ada 4 konsep elastisitas

Ada 4 konsep elastisitas

Ada 4 konsep elastisitas

1. Elastisitas harga permintaan (Ed)

Prosentase perubahan jumlah barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga itu sendiri

Rumusnya adalah sebagai berikut:

Q2-Q1

Q1

Ed = ———

P2-P1

P1

ð Hasil perhitungan :

Ed > 1 disebut elastis ; Ed < 1 disebut in elastis ; Ed = 1 disebut unitary elastis

Ed = 0 disebut in elastis sempurna ; Ed = ∞ disebut elastis sempurna

ð Hal yang mempengaruhi Elastisitas Permintaan :

Tingkat kemudahan barang tersebut digantikan oleh barang lain
Besarnya proporsi pendapatan yang digunakan untuk membeli suatu barang
Jangka waktu analisis perubahan-perubahan yang terjadi dipasar
Jenis barang yang dibutuhkan (barang pokok, barang mewah atau normal)
2. Elastisitas harga penawaran (Es)

Prosentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan akibat terjadinya perubahan harga itu sendiri

ð Rumus elastisitas penawaran

Q2 – Q1

½ (Q1 + Q2)

Es = ——————

P2 – P1

½ (P1 + P2)

ð Hasil perhitungan :

Es > 1 disebut elastis ; Es < 1 disebut in elastis ; Es = 1 disebut unitary elastis

Es = 0 disebut in elastis sempurna ; Es = ∞ disebut elastis sempurna

3. Elastisitas silang (Ec)

Prosentase perubahan jumlah barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga barang lain

ð Rumus elastisitas silang

Qx2 – Qx1

½ (Qx1 + Qx2)

Ec = ——————-

Py2 – Py1

½ (Py1 + Py2)

4. Elastisitas pendapatan (Ey)

Prosentase perubahan kuantitas barang yang diminta akibat terjadinya perubahan pendapatan

ð Rumus elastisitas pendapatan

Q2 – Q1

½ (Q1 + Q2)

Ey = —————–

Y2 – Y1

½ (Y1 + Y2)

Biaya dan Pendapatan

Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.

Biaya dapat dikelompokkan menjadi :

– Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya yang harus ada dalam proses produksi, tanpa dipengaruhi oleh besar kecilnya unit barang dan jasa yang diproduksi, dan tetap harus dikeluarkan walaupun perusahaan tidak berproduksi.

ð Contohnya, biaya sewa gedung, sewa peralatan, gaji pegawai, dsb.

– Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya yang harus dikeluarkan sesuai dengan besarnya output.

ð Misal, bahan baku, tenaga kerja, bahan bakar.

– Biaya Total (Total Cost)

Biaya keseluruhan yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang atau jasa.

ð TC = FC + VC

TC : total cost FC : fixed cost VC : variable cost

ð Biaya total berubah sesuai dengan perubahan biaya variabel.

Selain jenis-jenis biaya diatas, ada juga yang dinamakan dengan :

1. Biaya Marjinal (Marginal Cost)

Tambahan biaya yang diperlukan untuk memproduksi satu unit tambahan output.

2. Biaya Rata-rata (Average Cost)

– Biaya total rata-rata

Biaya total dibagi jumlah produksi

ATC = TC

Q

– Biaya tetap rata-rata

Biaya tetap yang dibutuhkan untuk satuan hasil produksi.

AFC = TFC

Q

– Biaya variabel rata-rata

Biaya variabel untuk tiap unit yang dihasilkan.

AVC = TVC

Q

Pendapatan (revenue) adalah sejumlah uang yang diterima oleh pengusaha ketika menjual barang dan jasanya.

Jenis-jenis pendapatan :

1. Pendapatan Total (total revenue)

Pendapatan yang diterima perusahaan dari menjual produknya.

TR = P X Q

P : harga Q : kuantitas

2. Pendapatan Rata-rata (average revenue)

Pendapatan rata-rata per satuan produk yang dijual.

AR = TR

Q

karena TR = P X Q , maka :

AR = P X Q = P

Q

3. Pendapatan Marjinal (marginal revenue)

Perubahan penerimaan total akibat perubahan jumlah baranh yang dijual.

MR = TR – TRn-1 atau MR = ∆TR

∆Q

TRn : pendapatan total unit ke-n

TRn-1 : pendapatan total unit sebelum n

∆ : perubahan

Struktur Pasar

Struktur pasar adalah berbagai hal yang dapat mempengaruhi tingkah laku dan kinerja perusahaan dalam pasar, seperti jumlah perusahaan, skala produksi, dan jenis produksi.

Berdasarkan jumlah penjual dan pembeli, pasar dibedakan menjadi :

1. Pasar persaingan sempurna.

Suatu pasar dimana penjual dan pembeli tidak dapat mempengaruhi harga, sehingga harga di pasar benar-benar merupakan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan.

2. Oligopoly.

Suatu pasar di mana penawaran suatu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan.

ð Contoh : Telkom, Indosat, Bakrie Telecom, dan Mobile-8.

3. Monopoli.

Suatu pasar di mana penwaran satu jenis barang atau berjenis-jenis barang dikuasai oleh satu perusahaan saja.

ð Contoh, PLN dan PT. Pos Indonesia.

4. Pasar persaingan monopolistic.

Suatu pasar dengan banyak penjual yang menawarkan barang yang berbeda-beda. Tetapi pada pasar ini penjual bisa mendominasi pesaingnya lewat kualitas barang yang lebih baik atau kelebihan lain disbanding pesaingnya.

ð Contoh, industry obat-obatan.

Uang

Uang adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.

Macam-macam Uang :

1. Uang Kartal (logam dan kertas)

Uang yang ada di tangan masyarakat (di luar bank umum) dan siap dibelanjakan. Uang ini setiap saat dikeluarkan oleh bank sentral.

2. Uang Giral

Uang di rekening giro (demand deposits) yang diciptakan oleh bank-bank umum, atau dikenal BPUG (Bank umum Pencipta Uang Giral).

3. Uang Kuasi

Uang dalam bentuk tabungan (savings deposits) dan deposito berjangka (time deposits) yang dikeluarkan bank-bank umum.

Perbedaan dari ketiga jenis uang tersebut adalah :

– Uang kartal dikeluarkan dan diedarkan oleh BI (bank sentral), sementara uang giral dan kuasi diciptakan dan diedarkan oleh bank umum.

– Dari segi penggunaan, uang kartal dan giral dapat digunakan secara langsung sebagai alat pembayaran, sedangkan uang kuasi tidak dapat langsung digunakan sebagai alat pembayaran.

Jenis-jenis Uang yang Beredar di Indonesia :

1. Uang primer / inti (M0)

Uang kartal dan simpanan giro bank umum. Disebut primer / inti karena jenis uang ini merupakan inti dalam proses penciptaan uang beredar (C, D, T).

“Uang kartal adalah uang primer, TETAPI tidak semua uang primer adalah uang kartal.”

Baca Juga : 


Comments are closed.