Call Us:+1-888-888-888

Mengambil Manfaat dari Hewan Peliharaan

Home  /  Budidaya  /  Mengambil Manfaat dari Hewan Peliharaan

18.Dec, 2019 Comments Off on Mengambil Manfaat dari Hewan Peliharaan Budidaya

Mengambil Manfaat dari Hewan Peliharaan

Mengambil Manfaat dari Hewan Peliharaan

Mengambil Manfaat dari Hewan Peliharaan

Mengambil Manfaat dari Hewan Peliharaan

Sejak awal kehidupannya, anak-anak cenderung menunjukkan ketertarikannya pada binatang. Dunia binatang juga kerap menjadi media paling ampuh bagi orangtua untuk berkomunikasi dengan anak. Lihat saja bayi yang suka bermain dengan mainan binatang atau mendengarkan cerita mengenai Si Kancil, atau Si Itik Buruk Rupa.

Ketika anak menginjak usia 2-3 tahun, anak mengembangkan kemampuan kognitifnya untuk fokus pada karakteristik binatang dalam kehidupan nyata, dan semakin tertarik untuk berinteraksi dengan binatang. Selain karena suara dan gerakan spontan yang dilakukan binatang, anak-anak juga dapat menemukan bahwa dalam beberapa hal, binatang memiliki kesamaan dengan manusia. Sekaligus perbedaan-perbedaannya.

“Anak memang senang dengan binatang,” kata Mohammad Rizal Psi, Psikolog Perkembangan Anak dari Lembaga Psikologi Terapan UI. Menurutnya hal lebih disebabkan oleh karena anak merasa bahwa binatang adalah sesuatu yang menyenangkan untuk diajak bermain. “Anak senang bermain dan butuh mainan, dan salah satu “mainan” yang bisa dimainkan adalah binatang. Apalagi binatang bisa memberikan reaksi saat diajak bermain,” katanya menjelaskan. Ada juga yang berpendapat, tambah Rizal, anak-anak bisa menempatkan binatang dalam posisi yang lebih inferior, sehingga mereka dapat lebih leluasa menyalurkan keinginannya pada binatang.

Namun, jika anak menyatakan keinginannya untuk memelihara hewan, Rizal menyarakankan agar orangtua melihat dulu, hewan apa yang diinginkan oleh anak. ”Bila tidak membahayakan anak, serta memang mudah untuk dirawat, tidak ada salahnya membiarkan anak untuk belajar memelihara binatang,” katanya. Apalagi, memelihara hewan ternyata bisa memberikan banyak manfaat bagi si kecil.

Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

Mengembangkan kemampuan kognitif anak

Penelitian yang dilakukan Bob Poresky, sosiolog dari Kansas State University, Amerika Serikat, pada tahun 1988 menyimpulkan bahwa kemampuan kognitif anak dapat meningkat dengan memiliki hewan peliharaan. Menurut Poresky, jenis-jenis hewan peliharaan yang dapat merespon sikap anak – misalnya anjing atau kucing – cenderung akan meningkatkan intelejensi anak. Dikatakannya, semakin dekat hubungan anak dengan hewan peliharaannya tersebut, maka akan semakin baik kemampuan anak untuk melihat dunia dari sudut pandang binatang peliharaannya. Hal ini akan meningkatkan kemampuan kognitif anak yang kemudian berdampak pula pada intelejensianya.

Menambahkan Poresky, Rizal mengatakan bahwa melalui peliharaannya, anak balita misalnya, bisa belajar aneka bentuk serta mengidentifikasi anggota-anggota tubuh pada hewan, seperti kepala, badan, ekor, paruh, sayap dan lain sebagainya. Selain itu, anak juga bisa mengenal lebih dekat bagaimana kehidupan hewan, bagaimana mereka bersuara, bergerak, makan, minum, dan lain-lain. Tak hanya itu, belajar berhitung pun bisa lebih menyenangkan bagi anak-anak jika memanfaatkan hewan sebagai sarananya.

Misalnya, mintalah si kecil untuk menghitung berapa kaki Si Doggie, atau berapa kali dia bisa menangkap bola yang dilempar ke arahnya. Untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan analisisnya, anak juga bisa melakukan observasi untuk menemukan dalam hal apa saja hewan peliharaannya sama dengan manusia, dan hal-hal apa saja yang membuatnya berbeda dengan manusia atau hewan lainnya.

Belajar empati

Ada kecenderungan anak-anak suka memperlakukan hewan dengan cara yang salah, misalnya menarik-narik buntut anjing atau telinga kucing dan lain sebagainya. Tetapi pengalaman Drh.Tjut Nurmaini, memperlihatkan bahwa anak yang mempunyai hewan peliharaan cenderung punya empati yang lebih besar, dan cenderung tidak kasar. ”Yang tidak punya peliharaan akan dengan semaunya menangkap capung, misalnya, dan kemudian menggenggamnya dalam tangannya. Ini terjadi karena anak itu tidak bisa mengukur, seberapa besar kekuatan genggamannya. Ia melakukannya tanpa perhitungan. Nah, anak yang mempunyai binatang peliharaan, pasti akan merasa miris melihatnya,” urainya.

Sumber : https://balikpapanstore.id/


Comments are closed.