Call Us:+1-888-888-888

16 Siswa MI Ar Rasyid Luncurkan Buku Kicau Murai

Home  /  Pendidikan  /  16 Siswa MI Ar Rasyid Luncurkan Buku Kicau Murai

11.Nov, 2019 Comments Off on 16 Siswa MI Ar Rasyid Luncurkan Buku Kicau Murai Pendidikan

16 Siswa MI Ar Rasyid Luncurkan Buku Kicau Murai

16 Siswa MI Ar Rasyid Luncurkan Buku Kicau Murai

16 Siswa MI Ar Rasyid Luncurkan Buku Kicau Murai

16 Siswa MI Ar Rasyid Luncurkan Buku Kicau Murai

Sebanyak 16 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ar Rasyid 1 Bogor yang tergabung dalam komunitas

anak gemar menulis ‘Blessing Kids’, meluncurkan buku antologi perdana mereka berjudul Kicau Murai. Dalam acara bertajuk ‘Cinta Untuk Indonesia’, peluncuran buku dimeriahkan oleh beragam acara pentas seni. “Anak-anak kecil bisa menulis itu luar biasa. Saat seusia mereka, saya tidak bisa menulis seperti mereka,’’ kata Edi Riadi, perwakilan Yayasan Rasyidussyakirin.

Edi tidak hanya bangga dengan prestasi siswa Ar Rasyid 1 yang telah mampu menghasilkan sebuah

karya. Ia pun berharap prestasi siswa-siswa Ar Rasyid 1 tidak hanya berhenti pada peluncuran karya perdana. Semoga ada karya-karya berikutnya dari mereka yang tergabung dalam komunitas anak gemar menulis ‘Blessing Kids’ ini. Selain itu, ia berharap lahir komunitas-komunitas lainnya dengan karya-karyanya. ‘’Semoga muncul grup-grup dengan karya-karya yang lain seperti menggambar, kaligrafi, tahfidz, penggemar matematika dan lain-lain,’’ katanya.

Kepala Divisi Pendidikan Yayasan Rasyidussyakirin, Diana Bakti Siregar, mengatakan begitu banyak

kemudahan dan dukungan yang diperoleh dalam proses penulisan hingga penerbitan buku. Salah satunya kemudahan untuk mendapatkan ISBN. “Apa yang mereka lakukan ini juga mendapat perhatian dari beberapa tokoh seperti bapak Fuad Baradja (artis) dan Agung Pribadi (penulis Best Seller ‘Gara-Gara Indonesia’),’’ katanya.

Sementara itu, Agung Pribadi, co-founder Komunitas Bisa Menulis, juga mengapreasi pencapaian siswa Ar Rasyid 1 Bogor. Menurut dia, fenomena penulis cilik hanya ada di Indonesia. “Penulis cilik ini khas Indonesia. Karena, penulis cilik tidak ada di negara-negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat dan Eropa. Bahkan, tv NHK Jepang melakukan liputan khusus tentang fenomena penulis cilik di Indonesia. Kita lebih maju dari negara-negara maju tersebut,” katanya.

 

Baca Juga :


Comments are closed.