Call Us:+1-888-888-888

Revitalisasi Jurusan SMK Agar Lulusan Bisa Diserap Dunia Industri

Home  /  Pendidikan  /  Revitalisasi Jurusan SMK Agar Lulusan Bisa Diserap Dunia Industri

10.Sep, 2019 Comments Off on Revitalisasi Jurusan SMK Agar Lulusan Bisa Diserap Dunia Industri Pendidikan

Revitalisasi Jurusan SMK Agar Lulusan Bisa Diserap Dunia Industri

Revitalisasi Jurusan SMK Agar Lulusan Bisa Diserap Dunia Industri

Revitalisasi Jurusan SMK Agar Lulusan Bisa Diserap Dunia Industri

Revitalisasi Jurusan SMK Agar Lulusan Bisa Diserap Dunia Industri

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah melakukan revitalisasi SMK,

program kursus dan pelatihan. Ini untuk menyesuaikan antara kebutuhan industri akan tenaga kerja.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan, sekarang sudah banyak sekolah yang kurikulumnya dibicarakan dengan dunia industri. Ketika anak-anak itu lulus, mereka bisa langsung diserap oleh lapangan kerja.

Di samping itu, kata dia, revitalisasi juga dimaknai sebagai mensinkronkan jurusan-jurusan SMK,

kursus dan pelatihan dengan kebubuhan lapangan.

Misalnya jurusan administrasi perkantoran, bisnis, dan akuntansi, itu lulusannya setiap tahun hampir 120 ribu. Namun diserap di lapangan kerja mungkin baru sekitar 20 persenan.

“Ini termasuk yang direvitalisasi, sehingga SMK-SMK diharapkan sudah tidak memproduksi lagi SDM-SDM yang jenuh tadi, tapi sudah beralih pada jurusan-jurusan yang diperlukan lapangan kerja, misalnya pengelasan bawah air. Itu jarang sekali, kemudian jurusan-jurusan misalnya tomotif masih sangat diperlukan,” kata Didik dalam paparan kinerja Kemendikbud 2014-2019, Jumat (8/3).

Disebutkan SDM yang lulus sesuai dengan kebutuhan di lapangan itu masih ada gap. Masih ada

lapangan-lapangan pekerjaan yang belum diisi oleh lulusan-lulusan SMK. Itu sebabnya pemerintah daerah harus membuka jurusan-jurusan yang diperlukan, contohnya SMK Kopi, SMK Kelapa Sawit.

“SMK jurusan Kelapa Sawit, SMK jurusan kopi itu, memang jurusan-jurusan di lapangan yang dibutuhkan, tapi SMK-nya belum ada. Ini otomatis kami buka, termasuk kursus-kursus yang terkait dengan industri kreatif, dan perfilman,” terangnya.

Perfilman Indonesia sekarang luar biasa peningkatannya. Tahun 2015, jumlah penonton film Indonesia baru 16 jutaan, sekarang sudah mencapai 42 jutaan. Jadi ada peningkatan dua kali lipat, maka ini harus diantispasi.(jp)

 

Baca Juga :


Comments are closed.