Call Us:+1-888-888-888

Duta Bahasa Dorong Penguasaan Bahasa Indonesia Generasi Muda

Home  /  Pendidikan  /  Duta Bahasa Dorong Penguasaan Bahasa Indonesia Generasi Muda

17.Aug, 2019 Comments Off on Duta Bahasa Dorong Penguasaan Bahasa Indonesia Generasi Muda Pendidikan

Duta Bahasa Dorong Penguasaan Bahasa Indonesia Generasi Muda

Duta Bahasa Dorong Penguasaan Bahasa Indonesia Generasi Muda

Duta Bahasa Dorong Penguasaan Bahasa Indonesia Generasi Muda

Duta Bahasa Dorong Penguasaan Bahasa Indonesia Generasi Muda

Penggunaan dan penguasaan bahasa Indonesia pada generasi muda semakin mengkhawatirkan. Hal ini didorong oleh tingkat literasi yang rendah dan penetrasi internet yang tinggi. Kondisi ini mendorong Pusat Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menggelar Pemilihan Duta Bahasa Nasional (PDBN) 2019. Duta Bahasa terpilih diharapkan dapat mendorong literasi, penggunaan, dan penguasaan bahasa Indonesia.

“Bahasa Indonesia sangat penting. Negara Indonesia ini dibangun dari bahasa Indonesia. Bahasa

juga identitas bangsa. Tidak ada negara Indonesia bila tidak ada bahasa Indonesia. Sayangnya kami melihat penguasaan bahasa Indonesia pada generasi muda, semakin menurun. Ini mendorong kami dari Pusat Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud menggelar Pemilihan Duta Bahasa Nasional sejak 2016,” kata Ni Putu Ayu Widari, M.Pd, pengkaji Kebahasaan dan Kesastraan Badan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di sela penjurian PDBN 2019 di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Memang, lanjut, Ayu, tingkat buta hurup di Indonesia sudah sangat rendah, yakni 99%, artinya hampir tidak ada lagi yang tidak bisa membaca. “Namun, tingkat literasi orang Indonesia sangat rendah. Hal ini diperparah adanya kemajuan teknologi internet yang memungkinkan terjadinya loncatan kemampuan berbahasa, dari bahasa Indonesia ke bahasa asing,” lanjut Ayu.

Meski begitu, Kemendikbud tidak antibahasa asing. “Penguasaan bahasa asing juga sangat penting ketika berdiplomasi dan mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia ke dunia internasional,” tegas Ayu Widari.

Hal ini juga ditegaskan Wendy George, Research & Development Advisor EF Indonesia, juri bahasa

Inggris di PDBN 2019. “Saya melihat kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris para peserta cukup baik. Ini menjadi modal bagi mereka untuk berkomunikasi dan berdiplomasi mengenalkan bahasa dan budaya Indonesia ke global,” kata Wendy.

“Penguasaan bahasa asing menjadi nilai tambah bagi generasi muda. Apalagi beberapa tahun ke depan, Indonesia mendapat bonus demografi dengan jumlah generasi muda atau usia produktif yang sangat besar,” tambah Juli Simatupang, director of corporate affair EF Indonesia.

Karena itu, lanjut Ayu, pemenang PDBN 2019 atau disebut Trigatra Bahasa, memiliki tiga

kewajiban. “Pemenang harus mengutamakan pemakaian bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing supaya dapat menginternasionalkan bahasa dan budaya Indonesia,” kata Ayu Widari.

Bintang Mokodongit dan Megumi Najoan, peserta PDBN 2019 asal Sulawesi Utara menceritakan, untuk merebut gelar Duta Bahasa Nasional 2019, mereka diwajibkan membuat program literasi. “Kami membuat program Kelapa dan Sawit atau Kelompok Literasi Anak Panti Asuhan dan Masyarakat Wajib Tahu. Bila menang menjadi Duta Bahasa Nasional, kami akan teruskan program tersebut,” kata Megumi.

 

Sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/lili.ariyanti/2018/08/12/sejarah-masjid-agung-sang-cipta-rasa/


Comments are closed.