Call Us:+1-888-888-888

Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Home  /  Pendidikan  /  Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

19.Jul, 2019 Comments Off on Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Pendidikan

Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Pada tanggal 14 Agustus 1945 tokoh-tokoh nasional yaitu Ir. Sukarno, Moh. Hatta dan Dr. Radjiman Widyodiningrat berangkat kembali ke Jakarta sesudah bertemu bersama dengan Jenderal Terauci di Dalath, Vietnam. Sementara itu pertumbuhan Perang Dunia II menjadi berbalik sebab negara-negara fasis merasa terdesak oleh kebolehan Sekutu sesudah Jerman dan Italia kalah di benua Eropa, tanggal 9 Agustus 1945 Uni Soviet mengumumkan perang bersama dengan kemaharajaan Jepang – Tentara Uni Soviet menyerbu daerah – daerah yang diduduki tentara Jepang di Asia, layaknya Mancuria.

Sebelumnya tanggal 6 Agustus 1945 kota Hiroshima sudah diserang Amerika Serikat bersama dengan dijatuhi Bom Atom. Dan tanggal 9 Agustus 1945 Nagasaki terhitung dijatuhi Bom Atom. Kekalahan tentara Jepang sudah saatnya tiba. Kaisar Jepang Hirohito (Tenno Heika) tahu bahwa ambisi membangun Imperium Asia Timur Raya tidak mungkin tercapai. Kaisar Jepang memerintahkan rakyat dan tentaranya untuk menghentikan perang. Hal inilah yang menjadi pertimbangan Sekutu untuk tidak menjatuhkan bom atom ke 3 di Tokyo. Dan pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat (Unconditional Surrender) kepada Sekutu.

Peristiwa Rengasdengklok dan Proklamasi Kemerdekaan
Peristiwa mutlak penyerahan Jepang kepada Sekutu tidak banyak di ketahui oleh rakyat Indonesia. Karena pada pas pendudukan Jepang, sumber berita layaknya radio disegel dan koran-koran cuma mengumumkan kemenangan tentara Jepang. Pimpinan tentara Jepang bersama dengan ketat menyembunyikan berita kekalahan dan juga momen bom atom, yang membuat negara Jepang porak poranda.
Pada pas Sukarno, Hatta dan dr. Rafiman Widyadiningrat kembali ke Jakarta berasal dari Vietnam, berita kekalahan Jepang belum tersebar, tapi Sutan Syahrir terhitung tokoh yang mendengar radio mengenai penyerahan Jepang. Bung Karno dan Bung Hatta berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia kudu dimusyawarahkan bersama dengan PPKI. Alasannya kemerdekaan yang datangnya berasal dari pemerintahan Pendudukan Jepang atau hasil perjuangan sendiri, tidak bakal menjadi persoalan. Hal ini berbeda bersama dengan pendapat golongan muda, yang berpendapat PPKI buatan Jepang, sehingga proklamasi kemerdekaan bersama dengan kebolehan sendiri terlepas berasal dari pemerintah Jepang.
Tanggal 15 Agustus 1945, golongan muda mengadakan rapat bersama dengan hasil bahwa proklamasi kudu dijalankan sesegera mungkin (tanggal 16 Agustus 1945). Sementara golongan tua selamanya perlunya mengadakan rapat PPKI yang merupakan suatu badan perwakilan semua Indonesia yang representatif. Disamping itu, kekalahan Jepang pada Sekutu menjadikan pasukan Jepang diberi kewajiban memelihara “Status Quo” atas lokasi Indonesia, sehingga kecuali golongan muda memaksa merubah “Status Quo” bakal berlangsung pertumpahan darah.

Perbedaan pendapat antara ke-2 golongan tersebut, mempunyai golongan muda melakukan tindakan untuk menculik Sukarno – Hatta. Tindakan penculikan berikut mempunyai tujuan untuk menjauhkan mereka berasal dari segala dampak pemerintah militer Jepang. Pada jam 04.00 hari Kamis 16 Agustus 1945, Sukarno – Hatta diculik group pemuda dan tentara PETA yang dipimpin Sukarni dan Shodanco Singgih dibawa ke Rengasdengklok. Dari Rengasdengklok menuju markas PETA. kompi Sudanco Subeno. Dalam pembicaraan, pada akhirnya disepakati bahwa proklamasi kemerdekaan segera dijalankan tanpa campur tangan Jepang.
Sementara itu didalam pertemuan di Jakarta bersama dengan golongan muda Ahmad Subarjo menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab dilaksanakannya proklamasi kemerdekaan di Jakarta secepat mungkin. Hari Kamis, 16 Agustus 1945 jam 16.00, Ahmad Subarjo menuju ke Rengasdengklok menjemput Sukarno – Hatta. Komandan kompi PETA setempat Sudanco Subeno membebaskan Sukarno – Hatta sebab di awalnya sudah tersedia jaminan bahwa kemerdekaan bakal dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 12.00 siang. Rombongan menuju rumah Laksamana Maeda di Jl. Imam Bonjol no.1. Rumah Laksamana Maeda dianggap aman berasal dari mungkin masalah tentara Jepang untuk menggagalkan konsep proklamasi. Rumah Maeda sebagai Kepala Perwakilan Kaigun (Angkatan Laut) punyai kekebalan “Extra – Territorial” yaitu daerah yang menurut normalitas Jepang kudu dihormati oleh Rikugun (Angkatan Darat) Jepang. Dan di rumah berikut naskah proklamasi disusun.
Penyusun teks proklamasi yaitu Sukarno, Hatta dan Ahmad Subarjo dan yang lihat perumusan adalah Sayuti Melik, Sukarni, B.M. Diyah dan Sudiro. Setelah teks proklamasi dirumuskan, terlihat masalah mengenai siapa yang berhak menandatangani. Chairul Shaleh berpendapat tidak setuju kecuali teks proklamasi di sinyal tangani PPKI sebab PPKI badan bentukan Jepang. Hal ini bisa ditafsirkan bahwa kemerdekaan Indonesia lewat campur tangan Jepang. Untuk penyelesaiannya, Sukarni berpendapat bahwa penandatangan teks proklamasi yaitu Soekarno– Hatta atas nama bangsa Indonesia. Usul berikut disetujui dan pada akhirnya rumusan teks diserahkan pada Sayuti Melik untuk diketik. Terdapat sebagian perubahan antara teks proklamasi klad (yang ditulis tangan) bersama dengan yang otentik (diketik). Otentik 1. Kata “Tempoh” 2. Wakil-wakil bangsa Indonesia 3. Jakarta, 17 – 8 – 05 Menjadi “Tempo” Atas nama Bangsa Indonesia Jakarta, hari 17 bulan 8 tahun ’05 (Tahun ’05 adalah tahun Jepang (Syowa 2605 = 1945 masehi). Setelah naskah proklamasi selesai diketik lantas ditandatangani Soekarno dan Hatta di daerah tersebut. Bunyi naskah proklamasi berikut yang disalin Nugroho Notosusanto (1985) adalah sebagai berikut :
Teks proklamasi dikumandangkan oleh Ir. Soekarno di Jl. Pegangsaan Timur no. 56 (sekarang jalan Proklamasi) Jakarta pada hari Jum’at, tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 pagi tetap didalam kondisi bulan Ramadhan. Teks berikut dibacakan Sukarno yang didampingi Moh. Hatta. Ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia selesai dibacakan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta, bendera Merah Putih (yang dijahit oleh Ibu Fatmawati) dikibarkan dan secara spontan semua hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya ciptaan W.R. Supratman

Setelah pelaksanaan proklamasi dilanjutkan bersama dengan kegiatan penyebarluasan teks dan pamflet ke beraneka daerah lebih-lebih ke kantor-kantor berita (radio maupun koran). Berita mengenai proklamasipun bersama dengan cepat didengar oleh rakyat Indonesia lebih-lebih oleh dunia luar. Dengan proklamasi berikut maka tercapailah Indonesia merdeka yang susunan negaranya diatur bersama dengan UUD 1945.

Sumber : kumpulansurat.co.id

Baca Juga :

Degradasi Lingkungan Hidup

Menurut Bagir Manan, Perundang Undangan yang baik didasari 3 yakni :


Comments are closed.