Call Us:+1-888-888-888

Degradasi Lingkungan Hidup

Home  /  Pendidikan  /  Degradasi Lingkungan Hidup

19.Jul, 2019 Comments Off on Degradasi Lingkungan Hidup Pendidikan

Degradasi Lingkungan Hidup

Degradasi Lingkungan Hidup

Degradasi atau penurunan mutu lingkungan hidup merugikan kehidupan manusia. Degradasi lingkungan hidup disebabkan oleh dua aspek utama, yakni alam dan manusia. Faktor alam yang menyebabkan degradasi lingkungan tidak dapat diprediksi dan dihindarkan oleh manusia sepenuhnya. Faktor alam ini sekiranya gempa bumi, gunung meletus, tsunami, angin topan, wabah penyakit, kekeringan, dan kebakaran. Sedang aspek manusia yang menyebabkan degradasi lingkungan seluruhnya tergantung bisnis manusia di dalam mengendalikan kegiatannya, termasuk di dalam mengelola lingkungan hidup. Degradasi lingkungan hidup yang ditimbulkan oleh kesibukan manusia mendorong terjadinya tanah longsor, banjir, pencemaran lingkungan, serta kecelakaan industri dan kimia. Degradasi lingkungan ini menyebabkan banyak kerugian layaknya rusaknya fisik, korban jiwa, timbulnya penyakit, perubahan iklim, dan kelaparan.

1. Akibat Tanah Longsor

Tanah longsor merupakan pergerakan massa tanah dan bebatuan ke tempat bawah yang disebabkan oleh peningkatan kandungan air di dalam tanah, hilangnya perekat agregat tanah, pertambahan beban tanah, erosi air, daya gravitasi dan perubahan kemiringan lereng oleh kesibukan manusia. Bencana tanah longsor kebanyakan terjadi bersamaan bersama dengan banjir. Kerusakan fisik dan korban jiwa terenggut bersama dengan bencana ini.

a. Kerusakan Fisik
Rumah, bangunan, jalan, dan seluruh yang berada di jalur tanah longsor dapat rusak. Reruntuhan tanah, batuan, dan termasuk air menimpa tempat di bawahnya dan menutup jalan, jalur komunikasi, dan saluran air. Pengaruh tidak segera dari tanah longsor adalah penurunan produktivitas lahan, nilai bangunan, dan infrastruktur.

b. Korban Jiwa
Selain rusaknya fisik, tanah longsor menyebabkan kematian. Reruntuhan puing-puing dan massa tanah serta aliran lumpur dapat menimpa penduduk dan menyebabkan kematian.

2. Banjir
Fenomena banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, luapan air sungai, dan gunakan naik air laut. Sering kali kejadian banjir tergoda oleh kesibukan manusia layaknya penggundulan hutan, pembangunan permukiman dan gedung, serta pembuangan sampah di saluran-saluran air. Bencana banjir kerap melanda lokasi yang luas agar amat merugikan penduduk. Kerugian akibat banjir di antaranya sebagai berikut.

a. Kerusakan Fisik
Rumah, gedung, dan bangunan rusak sebab pengikisan dan penggenangan air. Lahan termasuk menjadi tidak produktif. Lapisan tanah dan batuan terkikis aliran air agar merubah bentuk permukaan Bumi. Kerusakan atau kerugian akibat banjir di tempat lembah lebih besar dibanding di dataran.

b. Korban Jiwa dan Penyakit
Banjir dapat menenggelamkan harta benda dan penduduk, termasuk hewan ternak. Korban banjir kerap hanyut terbawa aliran air dan ditemukan terkubur endapan banjir. Jumlah korban yang luka serius kebanyakan cuma sedikit. Selain korban kematian, banjir dapat menyebabkan wabah penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus layaknya diare, muntaber, malaria, dan infeksi.

c. Persediaan Air Bersih
Banjir sama bersama dengan air yang melimpah. Hanya saja, air yang melimpah itu bukan merupakan air bersih agar tidak layak untuk dikonsumsi. Daerah yang kebanjiran kerap kekurangan persediaan air bersih sebab sumur-sumur dan sumber air lain terkontaminasi.

d. Persediaan Pangan
Di tempat yang dilanda banjir mengalami penggenangan berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Kejadian berikut menyebabkan tanaman pangan layaknya padi dapat terendam dan mati, agar gagal panen. Benih, alat-alat pertanian, dan hewan-hewan ternak termasuk hilang. Keadaan ini menjadikan persediaan pangan di tempat yang kebanjiran menipis dan kekurangan pangan.

3. Pencemaran Lingkungan
Fenomena pencemaran lingkungan menunjukkan bahwa sudah terjadi penurunan mutu lingkungan hidup agar lingkungan hidup tidak dapat berfaedah sesuai bersama dengan peruntukannya.

Beberapa model pencemaran dan penyebabnya sebagai berikut.

a. Pencemaran Udara
Zat pencemar atau polutan penyebab pencemaran udara antara lain sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), dan timbal (Pb) yang berasal dari industri dan alat transportasi kendaraan bermotor.

b. Pencemaran Laut
Pencemaran laut disebabkan oleh zat pencemar antara lain tumpahan minyak, limbah cair industri, sampah rumah tangga, sampah laut, dan zat radioaktif yang tercecer di laut.

c. Pencemaran Air Tawar
Pencemaran air tawar disebabkan oleh zat pencemar antara lain limbah manusia dan rumah tangga, limbah cair industri, pestisida, pupuk kimia, serta sedimen hasil erosi.

d. Pemanasan Global
Pemanasan world disebabkan oleh zat pencemar antara lain karbon dioksida (CO2) dari hasil pembakaran bahan bakar fosildan kebakaran hutan, serta gas metana (CH4) dari kotoran ternak.

e. Penipisan Ozon
Penipisan susunan ozon disebabkan oleh zat pencemar antara lain Klorofluorokarbon/KFK (Chlorofluorocarbon / CFC). Gas ini dapat menipiskan susunan ozon sekiranya terlepas ke atmosfer. Penipisan ozon menyebabkan cahaya ultraviolet dari matahari enteng mengenai permukaan Bumi.

Kerusakan atau kerugian yang diakibatkan pencemaran lingkungan sebagai berikut.
a.Akibat pencemaran udara
Pencemaran udara dapat mengakibatkan kerusakan tanaman pertanian, hutan, proses air, bangunan, dan kesehatan manusia.

b.Akibat pencemaran air
Pencemaran air dapat menyebarkan penyakit, mengakibatkan kerusakan organisme perairan, dan menyebarkan bahan kimia ke lingkungan hidup agar berpengaruh terhadap manusia, hewan, dan kehidupan perairan.

c.Akibat pemanasan global
Pemanasan world menyebabkan permukaan laut naik, suhu permukaan Bumi meningkat, dan perubahan iklim.

d. Akibat penipisan ozon
Penipisan ozon dapat menyebabkan kanker kulit dan katarak, mengakibatkan kerusakan kehidupan laut, dan menurunkan proses kekebalan tubuh.

4 Penggundulan Hutan
Fenomena penggundulan hutan (deforestation) semakin marak terjadi di Indonesia lebih dari satu th. terakhir. Diperkirakan hutan seluas 1,6 juta hektar hilang atau menjadi gundul tiap tiap th. di negara kita. Keadaan ini tentu merubah manfaat hutan hujan tropis sebagai ”payung raksasa” dan tempat resapan air. Terjadinya penggundulan hutan didorong oleh peningkatan kesibukan pembalakan, perluasan lahan pertanian, pembukaan lahan baru, dan pengumpulankayu bakar. Penggundulan hutan sudah mengancam kelestarian lingkungan hutan. Menyebabkan hasil hutan baik primer dan sekunder hilang layaknya tanaman kayu, obat-obatan, dan buah-buahan, serta berbagai model hewan.

5 Penggersangan Lahan (Desertification)
Lahan gersang menyebabkan penurunan produktivitas lahan, model hewan, dan model tumbuhan yang hidup di dalamnya. Lahan gersang dapat terjadi sebab suasana iklim yang tidak kondusif, sekiranya curah hujan rendah dan temperatur udara tinggi. Penggersangan lahan ( desertification ) dapat termasuk disebabkan oleh praktik-praktik pemanfaatan lahan yang buruk layaknya penanaman yang kontinu sepanjang tahun, penanaman bersama dengan jarak tanaman yang rapat, serta praktek irigasi yang jelek.

6. Kecelakaan Industri dan Kimia
Fenomena bencana yang ditimbulkan oleh kecelakaan industri dan kimia dapat berwujud ledakan pabrik atau sarana penyimpanan zat kimia, kecelakaan terhadap waktu pengiriman bahan kimia, kontaminasi makanan/minuman oleh bahan kimia, kecerobohan pengolahan limbah beracun, serta kegagalan proses teknologi dan rancangan keamanan pabrik. Bencana yang disebabkan kecelakaan industri dan kimia pernah terjadi di Chernobyl, Ukraina, Eropa. Bencana ini berwujud meledaknya pembangkit listrik tenaga nuklir dan menjadi kecelakaan nuklir terburuk sepanjang peristiwa umat manusia. Kecelakaan terjadi terhadap 26 April 1986 dan menewaskan 31 orang. Sebanyak lebih dari 130 ribu orang yang tinggal di lebih kurang pusat pembangkit listrik berikut sampai waktu ini berisiko mati sebab penyakit kanker. Pasokan pangan ke seluruh Eropa terkontaminasi awan radiasi yang bertiup sampai Eropa Barat layaknya negara Inggris. Banyak negara menutup impor bahan pangan dari negara yang tercemar oleh radiasi nuklir untuk kurangi risiko kesehatan penduduknya.

Kecelakaan industri dan kimia dapat menyebabkan kerugian sebagai berikut.
a.Kerusakan Fisik
Kecelakaan industri dan kimia dapat menyebabkan rusaknya fisik layaknya rusaknya bangunan atau infrastruktur, kendaraan, dan lingkungan lebih kurang tempat kecelakaan.

b.Korban
Kecelakaan industri dan kimia dapat menyebabkan kematian dan melukai banyak orang. Orang-orang yang luka ini mesti segera memerlukan perawatan.

c.Pencemaran Lingkungan
Kontaminasi udara, air, lahan, hewan, dan tumbuhan dapat ditimbulkan oleh kecelakaan industri dan kimia. Kecelakaan kimia layaknya ledakan nuklir amat membahayakan sebab dampaknya mencakup tempat yang luas dan berkepanjangan. Daerah yang mengalami kecelakaan nuklir tidak dapat dihuni manusia untuk lebih dari satu lama. Sistem lingkungan menjadi rusak, bahkan sampai skala global.

Baca Juga :

Menurut Bagir Manan, Perundang Undangan yang baik didasari 3 yakni 

Peraturan Perundang-undangan mengandung asas sebagai berikut


Comments are closed.