Call Us:+1-888-888-888

Kode Etik Profesional dan Prinsip Etika

Home  /  Pendidikan  /  Kode Etik Profesional dan Prinsip Etika

12.Jun, 2019 Comments Off on Kode Etik Profesional dan Prinsip Etika Pendidikan

Kode Etik Profesional dan Prinsip Etika

Kode Etik Profesional dan Prinsip Etika

Kode Etik Profesional dan Prinsip Etika

Kode Etik Profesional dan Prinsip Etika

Kode Etik Profesi

Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh sekelompok profesi, yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu dimata masyarakat apabila anggota kelompok profesi itu menyimpang dari kode etiknya, maka kelompok profesi itu akan tercemar di mata masyarakat. Oleh karena itu, kelompok profesi harus mencoba menyelesaikan berdasarkan kekuasaannya sendiri kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi.Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring perkembangan zaman.

Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang bersangkutan,

dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki, yang tidak dipaksakan dari luar kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara rapi, lengkap, tanpa catatan, dalam bahasa yang baik, sehingga menarik perhatian dan menyenangkan pembacanya semua yang tergambar adalah perilaku yang baik-baik Alasan perumusan kode etik profesional secara tertulis mencakup

sarana control sosial merupakan kriteria prinsip profesional yang telah

digariskan, sehingga dapat diketahui dengan pasti kewajiban
profesional anggota baru, lama, ataupun calon anggota kelompok
profesi. Dengan demikian dapat dicegah kemungkinan terjadi
konflik kepentingan antara sesama anggota kelompok profesi, atau
antar anggota kelompok profesi dan masyarakat. Anggota kelompok
profesi atau anggota masyarakat dapat melakukan kontrol melalui
rumusan kode etik profesi.

2.Pencegahan campur tangan dari pihak lain yaitu

menstandardisasi kewajiban profesional anggota kelompok profesi. Pemerintah atau masyarakat tidak perlu lagi campur tangan untuk menentukan bagaimana seharusnya anggota
kelompok profesi melaksanakan kewajiban profesionalnya. Hubungan antara pengemban profesi dan masyarakat tidak perlu diatur secara detail dengan undang-undang oleh pemerintah, atau
oleh masyarakat.

3.Pencegah Kesalahpahaman dan Konflik yaitu norma perilaku yang sudah
dianggap benar atau yang sudah mapan dan tentunya akan lebih efektif
lagi apabila norma perilaku tersebut dirumuskan sedemikian baiknya,
sehingga memuaskan pihak-pihak yang berkepentingan. Kode etik
profesi merupakan kristalisasi perilaku yang dianggap benar menurut
pendapat umum karena berdasarkan pertimbangan kepentingan profesi
yang bersangkutan. Dengan demikian, kode etik dapat mencegah
kesalahpahaman dan konflik, dan sebaliknya berguna sebagai bahan
refleksi nama baik profesi. Kode etik profesi yang baik adalah
mencerminkan nilai moral anggota kelompok profesi sendiri dan pihak
yang membutuhkan pelayanan profesi yang bersangkutan.

 

Pembahasan yang lainnya tentang Kode Etik

MENURUT UU NO. 8 (POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN)

Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan
tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.
Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. Sudah lama diusahakan untuk
mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuanketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu. Salah satu contoh tertua adalah SUMPAH HIPOKRATES, yang dipandang sebagai kode etik
pertama untuk profesi dokter.

Hipokrates adalah doktren Yunani kuno yang digelari : BAPAK ILMU KEDOKTERAN.
Beliau hidup dalam abad ke-5 SM. Menurut ahli-ahli sejarah belum tentu sumpah ini
merupakan buah pena Hipokrates sendiri, tetapi setidaknya berasal dari kalangan murid-muridnya dan meneruskan semangat profesional yang diwariskan oleh dokter Yunani ini.
Walaupun mempunyai riwayat eksistensi yang sudah-sudah panjang, namun belum pernah
dalam sejarah kode etik menjadi fenomena yang begitu banyak dipraktekkan dan tersebar
begitu luas seperti sekarang ini. Jika sungguh benar zaman kita di warnai suasana etis yang
khusus, salah satu buktinya adalah peranan dan dampak kode-kode etik ini.

Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan, seban dihasilkan berkat penerapan
pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu, yaitu profesi. Tetapi setelah kode etik ada,
pemikiran etis tidak berhenti. Kode etik tidak menggantikan pemikiran etis, tapi sebaliknya
selalu didampingi refleksi etis. Supaya kode etik dapat berfungsi dengan semestinya, salah
satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik itu dibuat oleh profesi sendiri. Kode etik tidak
akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi
lain; karena tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan
profesi itu sendiri.

Sumber : http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/kingdom-protista-mirip-jamur-hewan-tumbuhan


Comments are closed.