Call Us:+1-888-888-888

Permasalahan yang Dihadapi Anak Berbakat

Home  /  Pendidikan  /  Permasalahan yang Dihadapi Anak Berbakat

30.May, 2019 Comments Off on Permasalahan yang Dihadapi Anak Berbakat Pendidikan

Permasalahan yang Dihadapi Anak Berbakat

Permasalahan yang Dihadapi Anak Berbakat

Permasalahan yang Dihadapi Anak Berbakat

Permasalahan yang Dihadapi Anak Berbakat

Memberikan label pada anak berbakat

Bahwa ia berbakat dapat menimbulkan harapan terhadap kemampuan anak tersebut dan dapat mengakibatkan beban mental bilamana anak tersebut tidak dapat memenuhi apa yang diharapkan oleh si pemberi label.

Memberi nilai (grading) dalam bentuk angka

Pemberian angka bagi anak berbakat dapat menimbulkan permasalahan bilamana angka yang dimilikinya tidak menggambarkan kemampuannya. Angka seringkali tidak cermat, artinya sering kurang mencerminkan kemampuan yang sebenarnya. Terutama bagi anak berbakat, penilaian dalam bentuk angka turut berbicara, karena mereka sangat sensitif, angka ini menjadi kepedulian yang besar yang kadangkala juga terlalu berlebihan. Oleh karena itu, pemberian angka harus dilakukan secara hati-hati dan lebih mengacu kepada penilaian berdasarkan criteria. Mengatasi penilaian yang kurang cermat bagi anak berbakat dapat dilakukan dengan self-diagnose. Pemeriksaan kembali pekerjaan dapat menjadikan siswa menyadari apa kesalahannya dan mengapa kesalahan-kesalahan tersebut dibuatnya.

Underachievement

Underachievement di antara anak berbakat adalah kinerja yang secara signifikan berada di bawah potensinya (Kitano and Kirty, 1986). Hal ini dapat terjadi karena anak berbakat mengalami berbagai tekanan baik dari rumah, sekolah maupun teman sebayanya. Tekanan-tekanan yang dialami anak berbakat antara lain :

  1. Perasaan bahwa ia harus menjadi manusia sempurna dan sangat inteligen
  2. Keinginan untuk menjadi sangat kreatif dan luar biasa, yang kemudian diterjemahkan sebagai manusia yang lain dari yang lain
  3. Kepedulian untuk dikagumi oleh teman sebaya karena penampilannya dan popularitasnya. (Colangelo, 1991)

Tekanan yang dialami anak berbakat diinternalisasikan pada dirinya karena orang-orang disekitarnya telah mengagumi mereka karena keluarbiasaan kemampuannya. Hal ini membuat mereka merasa sulit untuk mencapai kemajuan bila tidak dipuji. Kekuatan intrinsic reinforcement tergantung pada kekuatanextrinsic reinforcement.

Konsep diri

Konsep diri terbentuk bukan hanya dari bagaimana orang lain memandang tentang dirinya, tetapi juga bagaimana dia sendiri menghayati pengalaman tersebut. Anak-anak yang berbakat sangat ambivalent sikapnya terhadap keberbakatannya, dan cenderung anak berbakat mempersepsikan dirinya secara positif, namun mengganggap bahwa lingkungannya yaitu teman sebaya dan gurunya memiliki pandangan negatif terhadap dirinya.

Sumber : https://kidblog.org/class/kelas-biologi-online/posts/7he7ner6kijj0sdxh8pca05bc?fbclid


Comments are closed.