Call Us:+1-888-888-888

Penyelenggaraan Pendidikan Bagi Murid Cerdas dan Berbakat

Home  /  Pendidikan  /  Penyelenggaraan Pendidikan Bagi Murid Cerdas dan Berbakat

30.May, 2019 Comments Off on Penyelenggaraan Pendidikan Bagi Murid Cerdas dan Berbakat Pendidikan

Penyelenggaraan Pendidikan Bagi Murid Cerdas dan Berbakat

Penyelenggaraan Pendidikan Bagi Murid Cerdas dan Berbakat

Penyelenggaraan Pendidikan Bagi Murid Cerdas dan Berbakat

Penyelenggaraan Pendidikan Bagi Murid Cerdas dan Berbakat

Getsels dan Dillon (Torrance 1986:6.30)

Mengidentifikasi beberapa model program alternatif untuk program pendidikan murid cerdas dan berbakat, salah satu di antaranya adalah melalui program konseling. Menurut Torrance (1986:631-634) kecenderungan alternatif program bagi anak cerdas dan berbakat mencakup: akselerasi radikal, (Radical Acceleration), Monitoring Belajar Mandiri (Self dirrected and Independent Studi), Model “Revolving Door” dari Rrenzulli, Konseling, Gaya Belajar(Learning Styles), Sekolah Khusus (Special School), Program Sabtu dan Musim Panas(Saturday and Simmer Programs), Program-program Berdasarkan Sumber Daya Masyarakat (Community Based Programs). Secara konvensional model-model tersebut dapat dikelompokkan ke dalam model: (1) Akselerasi (Acceleration), Pengayaan (Enrichment), (3) Kelas Khusus atau Ability Grouping (Sunaryo K, 1993) dan (4) Bimbingan Konseling.

  1. Model akselerasi bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari memasuki SD pada usia dini, loncat kelas atau mengikuti bidang studi tertentu di kelas yang lebih tinggi.
  2. Model pengayaan, yaitu dengan memberikan tugas-tugas tambahan bagi siswa yang memiliki kemampuan unggul.
  3. Model pengelompokan berdasarkan kemampuan.

Model ini dapat berupa kelas khusus di dalam sekolah

Dapat pula berupa kelas di sekolah khusus yang disebut dengan sekolah unggul. Model pengelompokan berdasarkan kemampuan dikhawatirkan akan menambah sikap eksklusif, elitisme dan memiliki perasaan berbeda dari orang lain. Pengelompokan kecakapan ini memiliki keunggulan dan kelemahan dalam perkembanngan peserta didik. Keunggulannya ialah bisa memperkuat ikatan sosial sesama anggota kelompok, tetapi di pihak lain jika tingkat kecakapan itu berkaitan dengan status sosial ekonomi, etnis atau kelompok berlatar belakang sama, maka model ini akan menumbuhkan klik-klik yang kurang sehat.

Model Bimbingan dan Konseling

Menurut Torrance (1986) terdapat kecenderungan berkembang minat konseling dalam mempertemukan kebutuhan-kebutuhan siswa yang berkemampuan unggul dan kreatif selama dekade terakhir ini.

Tassel-Baska (1983) menekankan pentingnya peranan guru sebagai konselor bagi siswa yang berkemampuan unggul. Zaffran (1979) memperluas fungsi konselor di luar tugas yang telah biasa, seperti konsultasi dan penelitian serta penilaian data bekerja siswa dengan siswa berkemampuan unggul. Kenny (1982) menemukan bahwa kegiatan penulisan kreatif yang diancang secara khusus dapat digunakan untuk membimbing siswa berkemampuan unggul, untuk mengembangkan kesadaran perasaan dan persepsinya serta belajar memahami hubungan antara prestasi, bakat, minat dan tujuan dirinya sendiri.

Teknik Bimbingan bagi Murid Cerdas dan Berbakat

Layanan bimbingan bagi murid cerdas dan berbakat tidak diarahkan kepada layanan yang bersifat eksklusif melainkan dikembangkan secara terpadu di dalam sistem bimbingan yang ada. Di sekolah dasar, sistem yang dimaksud akan banyak terkait dengan kegiatan belajar mengajar.

Layanan bagi murid cerdas dan berbakat tetap bertolak dari pandangan tentang hakekat manusia sebagai makhluk individu, social, dan makhluk Tuhan. Dengan kata lain, murid cerdas dan berbakat dipandang sebagai suatu keutuhan pribadi sehingga program layanan bimbingan yang dikembangkan mampu menyentuh semua dimensi perkembngan pribadi secara utuh. Dimensi keutuhan perkembangan pribadi yang dimaksud mencakup unsur-unsur berikut ini:

  • Pengembangan ranah kognitif/ intelektual

Hal ini mengandung implikasi bagi guru untuk menyediakan rentang pengalaman belajar yang luas dan dapat diakselerasikan dan mengakselerasi perkembangan kognitif anak berbakat. Pengolahan tugas dan bahan ajar secara khusus yang didasarkan kepada kurikulum yang ada merupakan hal yang harus ditakutkan guru untuk dapat memberikan layanan optimal bagi anak berbakat.

  • Pengembangan ranah afektif

Layanan bimbingan yang perlu diberrikan adalah memahami pikiran dan harapan anak berbakat dengan sikap terbuka dan membantu anak memahami pikiran dan harapan yang ada pada dirinya serta kemungkinan pemenuhannya di dalam kehidupan kelompok.

  • Pengembangan ranah fisik

Kemampuan anak berbakat yang cenderung berkembang lebioh awal dari usia pada umumnya menghendaki layanan pendidikan yang memungkinkan anak memperoleh pengalaman memadukan pola perkembangan fisik. Layanan bimbingan yang bisa diberikan ialah membantu anak memilih kegiatan fisik yang sesuai dengan perkembangannya dan memberikan peran-peran yang sesuai di dalam kelompoknya.

  • Pengembangan ranah intuitif

Layanan pendidikan bagi anak berbakat perlu mempedulikan pengembangan pengalaman yang mendorong dia untuk berimajinasi dan berkreasi. Layanan bimbingan diberikan dalam bentuk pengem,bangan lingkungan belajar yang menghadapkan anak kepada situasi atau stimulus baru yang dapat memunculkan daya imajinasi dan kreativitas anak.

  • Pengembangan ranah kemasyarakatan

Layanan bimbingan yang dapat diberikan ialah membantu anak memperoleh pengalaman mengembangkan diri menjadi anggota kelompok dan  mampu berpartisipasi dalam proses kelompok, memperluas perasaan keanggotaan kelompok kea rah keanggotaan kemasyarakatan, memperluas identifikasi diri dari masyarakat terbatas identifikasi terhadap masyarakat luas. Wahana pengembangan kemasyarakatan ini dapat dibentuk secara terpadu dalam proses belajar mengajar atau dengan cara merancang kegiatan-kegiatan kelompok khusus.

Beberapa implikasi manajerial bagi penataan layanan bimbingan anak

Berbakat di sekolah dasar yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Menyediakan kesempatan dan pengalaman khusus untuk memenuhi kebutuhan anak berbakat sehingga mereka dapat mengembangkan potensinya secara berkesinambungan.
  2. Menata lingkungan yang dapat memperkaya pertumbuhan intelektual, afektif, fisik, intuisi, dan social.
  3. Memungkinkan terjadinya partisipasi dan kerjasama yang yang dilakukan oleh anak berbakat dan orangtua.
  4. Menyediakan waktu, tempat, dan dukungan bagi anak berbakat yang memungkinkan dirinya menjadi sebagaimana mereka bisa menjadi.
  5. Mendorong anak berbakat menemukan tempat dirinya dalam perkembangan manusia dengan menemukan kecakapannya dan bidang-bidang di mana dia dapat berkontribusi.
  6. Menyediakan kesempatan bagi anak berbakat untuk berinteraksi dengan sesamanya dan orang dewasa dari berbagai ragam kecakapan yang memungkinkan dia menemukan keunikan dan keterkaitan dirinya.

Baca Juga : 


Comments are closed.