Call Us:+1-888-888-888

Identifikasi Murid Cerdas dan Berbakat

Home  /  Pendidikan  /  Identifikasi Murid Cerdas dan Berbakat

30.May, 2019 Comments Off on Identifikasi Murid Cerdas dan Berbakat Pendidikan

Identifikasi Murid Cerdas dan Berbakat

 Identifikasi Murid Cerdas dan Berbakat

 Identifikasi Murid Cerdas dan Berbakat

Identifikasi Murid Cerdas dan Berbakat

 

Identifikasi murid cerdas dan berbakat

Dapat dilakukan sedini mungkin, yaitu pada usia 1-2 tahun. Pada masa ini keunggulan dan kelemahan intelektual anak akan tampak dengan mudah bila anak diberi rangsangan dengan tepat. Hasilnyapun memiliki fungsi ganda, yaitu untuk mengetahui kemungkinan adanya perkembangan intelektual yang cepat dan tidak terbatas pada bidang-bidang bakat yang khas, serta untuk mengetahui kemungkinan adanya kecacatan pada anak.

Pada usia yang lebih tua, yaitu 2-6 tahun identifikasi anak cerdas dan berbakat dilakukan dangan lebih rinci . Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan mengajak anak bermain pada bidang yang disenanginya. Keberbakatan anak akan tampak dalam kemampuan menyelesaikan tugas-tugas dan berbagai persoalan tanpa mengalami kesulitan, serta tidak banyak memerlukan bimbingan. Karena itu dalam usia dini, orang tua, guru, kelompok bermain menjadi tempat pelaksanaan atau sumber informasi utama.

 

Identifikasi anak berbakat tidak berhenti pada usia 6 tahun

Tetapi terus berlanjut sampai anak masuk sekolah bahkan sampai ke perguruan tinggi. Pada masa sekolah, informasi keberbakatan dapat diperoleh dari orang tua, terutama berkenaan dengan bidang-bidang yang disenangi, guru terutama bidang prestasi dan dari teman sebaya terutama bidang kepemimpinan, kreatifitas dan sosialisasinya.

Dalam identifikasi ini mengguakan tes kecerdasan dan tes lain seperti minat, kreatifitas, motivasi juga penting dilakukan. Dengan demikian ada dua pendekatan yang dapat dipakai  untuk mengidentifikasi murid cerdas dan berbakat, yaitu dengan cara studi kasus dan melalui tes, atau penggabungan keduanya. Identifikasi di sekolah dapat dilakukan melalui tahap (1) penjaringan (screening), dan (2) tahap seleksi (identification).

 

Tahap Penjaringan

Tahap penjaringan murid cerdas dan berbakat di sekolah dapat dilakukan dengan menganalisa data prestasi belajar, usia kronologis, nominasi oleh teman sekelas, orang tua dan guru. Digunakan prestasi belajar dengan dasar pemikiran bahwa sekalipun yang memiliki keunggulan prestasi belajar tidak konklusif memiliki kecerdasan dan keberbakatan, namun mereka diasumsikan termasuk anak berbakat dan cerdas jika memiliki prestasi di atas rata-rata.

Digunakan acuan usia kronologis dengan asumsi bahwa murid cerdas dan berbakat memiliki usia lebih muda, namun mampu bersaing dan memiliki mental yang lebih tinggi dibanding dengan teman-teman yang  memiliki usia lebih tua. Penjaringan murid cerdas dan berbakat dimungkinkan pula dengan nominasi oleh guru, orang tua, dan teman sekelas. Model nominasi ini dilakukan dengan asumsi bahwa orang-orang terdekat dengan anak berbakat dan cerdas, memiliki penilaian yang objektif dan intensif, hasil pengamatan yang relatif lama.

 

Tahap Seleksi

Tahap seleksi dilakukan terhadap siswa yang telah lolos tahap penjaringan. Tahap seleksi dilakukan dengan tes, seperti Collour Progressive Matrice(CPM), Wechler Inteligence Scale for Children (WICM). Contoh menjaring dan menyeleksi murid cerdas dan berbakat. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi murid berbagai SD yang diduga mempunyai murid cerdas dan berbakat dengan mengacu pada prestasi belajar usia kronologis dan kelasnya. Kriteria yang digunakan untuk mendeteksi murid cerdas dan berbakat adalah murid yang memperoleh nilai rata-rata 8 atau lebih, berusia antara 3-11 tahun dan berada pada kelas 3,4, atau 5 SD. Berdasarkan kriteria ini dilakukan observasi dan studi dokumentasi, dan akhirnya ditemukan 66 murid yang diduga termasuk murid cerdas dan berbakat.
  2. Dari sejumalah 66 murid, dilakukan penyaringan dengan melakukan tes Colour Progressive Matrices (CPM) untuk mengetahui kemampuan intelektualnya. Kriteria yang ditetapkan murid yang diduga cerdas dan berbakat adalah murid yang menduduki persentil 95. Dengan asumsi bahwa mereka yang berada pada posisi tersebut diduga memiliki kecerdasan yang tinggi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Hasil penyaringan dengan tes CPM diperoleh sejumlah 21 murid.
  3. Penyaringan dengan menetapkan 30% dari murid yang paling unggul dalam nilai hasil CPM, yaitu sebanyak 8 murid.
  4. Setelah ditemukan 8 murid yang diduga cerdas dan berbakat, langkah selanjutnya melakukan pemeriksaan psikologis terhadap 8 murid tersebut dengan menggunakan Wechler Inteligence Scale for Children (WISC) untuk mengetahui IQ.

Setelah dilakukan pemeriksaan psikologis dengan WISC ditemukan 3 anak diantara 8 murid yang diperiksa, diklasifikasikan sebagai murid cerdas dan berbakat, meskipun satu di antaranya memiliki IQ 129, tetap dimasukkan sebagai murid cerdas dan berbakat, karena yang bersangkutan memiliki original IQ 157, dan selisih 1 point dipandang tidak memiliki perbedaan yang berarti.

Sumber : https://penzu.com/public/dffb634b?fbclid


Comments are closed.