Call Us:+1-888-888-888

Pentingnya Memahami Kebutuhan Emosional Anak

Home  /  Pendidikan  /  Pentingnya Memahami Kebutuhan Emosional Anak

26.May, 2019 Comments Off on Pentingnya Memahami Kebutuhan Emosional Anak Pendidikan

Pentingnya Memahami Kebutuhan Emosional Anak

Pentingnya Memahami Kebutuhan Emosional Anak

Anak dan remaja lebih dikendalikan oleh emosi-emosi mereka daripada anggapan rasional dan logis. Emosi ini menjelaskan mengapa anak dan remaja berperilaku demikian, juga terhadap tingkah laku yang merusak diri sendiri. Jadi jikalau kami mendambakan memotivasi mereka, sebaiknya kami pahami lebih dulu emosi yang mengendalikan mereka, dan mengarahkannya untuk tingkah laku dan anggapan yang lebih memperdayakan. Berikut ini adalah tiga keperluan emosional anak yang mesti anda ketahui.

1. Kebutuhan untuk terasa AMAN

Salah satu keperluan terkuat yang diperlukan soerang anak adalah perasaan aman. Aman di dalam diri dan lingkungannya. Remaja melacak rasa aman bersama dengan berhimpun bersama dengan sekelompok “geng” atau sekumpulan rekan sebaya mereka, terlibat peraturan sosial diantara mereka, dan juga mencontoh tingkah laku temannya.

Seorang psikolog Dr. Gary Chapman, dalam bukunya “Lima Bahasa Cinta” menjelaskan kami semua punya tangki cinta psikologis yang mesti diisi, lebih tepatnya jikalau itu adalah tangki cinta anak, maka sebaiknya orangtua yang mengisinya. Ketika tangki cinta anak penuh, maka dia akan senang terhadap dirinya sendiri, tenang dan terasa aman. Hal ini dapat diambil kesimpulan sebagai anak yang berbahagia dan punya inner motivasi.

Perlukah kami mempelajari dan sadar tangki cinta? Sangat perlu, saya seringkali merekomendasi para guru dan orangtua untuk mempelajari dan menemukan bahasa cinta anak mereka, dirinya, dan pasangannya.

Contoh, terdorong oleh rasa cinta kepada anaknya seorang ibu memarahi anaknya yang sedang bermain komputer. “Berhenti main pc dan belajar sekarang” lantas apa yang ada dibenak anak? Mungkin “Ibu tidak sayang padaku, dan mendambakan mengendalikan saya dan juga kesenanganku” Nah, anak menerimanya sebagai hal yang negatif. Komunikasi yang menghancurkan rasa cinta ini kebanyakan yang menjadi akar permasalahan orangtua dan anak.

“Mencintai anak tidak mirip bersama dengan anak terasa dicintai”

Apa yang sebabkan keperluan akan rasa aman tidak terpenuhi?

• Membandingkan anak bersama dengan saudara atau orang lain
Ketika kami menjelaskan “Mengapa anda tidak dapat menjaga kebersihan kamar layaknya kakakmu?” atau “Kenapa anda tidak dapat menulis serapi Rudi?” Akan tumbuh perasaan ditolak, tidak diterima, mereka akan berpikir “Papa / mama lebih senang dengan…” Hal ini menumbuhkan sikap tidak senang bersama dengan dirinya sendiri dan mendambakan menjadi orang lain. Mereka terasa aman bersama dengan menjadi orang lain, bukan terasa aman dan nyaman menjadi dirinya sendiri.

• Mengkritik dan melacak kesalahan
Ketika kami menjelaskan “Dasar anak bodoh, apa yang tidak benar denganmu? Kenapa anda tidak dapat melakukan suatu hal bersama dengan benar?” Dapat dipastikan, akan menimbulkan perasaan dendam, tidak ada rasa aman dilingkungan tempat tinggal (jika hal ini sering berjalan dirumah).

• Kekerasan fisik dan verbal
Saya rasa tidak mesti dijelaskan lagi, hal ini udah banyak kami temui di surat kabar dan berita di televisi, dan bahaya dan akibatnya juga sering kami temui di sarana tersebut. Jika tidak ada rasa aman dalam rumah, maka seorang anak akan melacak bantuan untuk mencukupi rasa aman mereka disemua tempat yang salah. Dan anak akan melakukan apa saja untuk mendapatkan rasa aman ini, melacak perhatian bersama dengan cara yang salah.

2. Kebutuhan akan pernyataan (merasa penting), diterima, dan dicintai

Jarang sekali orangtua sebabkan anak-anak mereka terasa penting dan diakui di rumah. Sebaliknya banyak orangtua yang sebabkan anak mereka terasa kecil dan tidak artinya bersama dengan ancaman “Lebih baik Mengerjakan PR-mu sekarang, atau…”

Apa yang ada dalam asumsi anak jikalau diperlakukan layaknya itu? Kita orangtua justru senang jikalau anak melakukan hal yang kami perintah, tapi yang ada dipikiran anak adalah mereka terasa kalah bersama dengan melakukan apa yang diperintahkan orangtua bersama dengan cara layaknya itu. Sehingga banyak anak yang menunda atau tidak mengerjakan apa yang ditugaskan orangtua (bahkan bersama dengan ancaman sekalipun) untuk mencukupi keperluan emosionalnya akan pengakuan.

Peringatan keras bagi orangtua, Jika anak-anak tidak terasa dicintai dan di terima oleh orangtua, mereka akan terdorong untuk mencarinya disemua tempat yang salah.

Keinginan seorang anak untuk diakui dan mendambakan dicintai begitu kuat, sehingga mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Jika mereka tidak mendapat pernyataan bersama dengan cara yang benar maka akan menemukan bersama dengan cara yang tidak benar dan di tempat yang salah.

Kebutuhan ini mendorong beberapa anak dan remaja untuk memakai tato, mengganggu anak lain, berhimpun bersama dengan geng pengganggu, mengecat rambut bersama dengan warna menyolok, bertingkah laku layaknya badut dan pelawak. Hal ini kebanyakan merepotkan diri mereka sendiri, tapi demi mendapatkan pernyataan dan di terima (mendapatkan perhatian).

Ada masalah ekstrim terhadap 16 april 2007, seorang siswa US Virginia Tech, Cho Seng Hui. Menembak dan menewaskan 32 siswa. Apa yang mendorong tingkah laku tersebut, sehingga dia melakukan hal yang begitu luar biasa gila?

Dia melakukan cuma gara-gara keperluan pernyataan dan rasa pentingnya begitu besar, tapi tidak terpenuhi oleh orang-orang yang mengabaikannya dan menghinanya. Hal itu memaksanya muncul dari dunia logika dan merenggut nyawa orang lain dan juga dirinya sendiri, dalam pikirannya dia berpikir lebih baik mati bersama dengan nama tidak baik dari terhadap hidup bukan sebagai siapa-siapa.

3. Kebutuhan untuk mengontrol (merasa independen atau permohonan untuk mengontrol)

Seiring perkembangan anak, sembari melacak identitas diri dan sambil belajar membangun kemandirian dari orangtua. Proses ini menciptakan keperluan emosional untuk bebas dan mandiri.

Jadi itu sebabnya anak tidak rela didikte untuk apa yang mesti dilakukan. Mereka terasa tidak “gaul” bersama dengan mendengarkan orangtua. Dengan mendengarkan nasihat orangtua mereka seakan diperlakukan layaknya anak kecil. Ini menjelaskan mengapa anak lebih mendengarkan rekan mereka, atau paman dan bibi yang masih muda daripada orangtuanya sendiri.

Orangtua yang cerdas, tidak akan menyerah menghadapi hal ini. Bagaimana caranya memberikan wejangan dan sehingga anak rela mendengar orangtua? Gunakan komunikasi yang tidak bermaksud memaksa anak bersama dengan nasihat kita. Buatlah seakan-akan mereka belajar dan bekerja keras untuk diri mereka sendiri bukan untuk kita. Mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi bersama dengan cara layaknya itu.

Dan yang terpenting adalah mencukupi tangki cinta anak kami tiap tiap hari dan menegaskan tetap penuh waktu bangun anak bangun tidur dan menjelang tidur. Dengan begitu anak sadar siapa yang paling sadar dan sayang, dan juga kepada siapa dia akan singgah terhadap waktu butuh seseorang untuk mendengar, yakni kami orangtuanya.

Ambilah faedah dari informasi ini, kenali keperluan emosi anak kita. Pekalah di mana waktu anak butuh penerimaan, keperluan untuk mengontrol sesuatu, dan juga perlu untuk aman. Gunakan kalimat yang pas untuk mencukupi keperluan tersebut, tersebut tips dan cara mencukupi keperluan emosi basic seorang anak:

1. Rasa aman
• Tenang sayang anda aman bersama dengan papa, mama akan menemani kamu

2. Rasa penerimaan atau dicintai
• Biasakan menatap mata waktu bicara terhadap anak, usahakan tatapan mata adalah datar atau “mata sayang”
• Sentuh anggota bahu waktu bicara atau anggota manapun asal sopan, untuk menunjukan bahwa kami ada bersama dengan dan dekat bersama dengan anak
• Usahakan sejajar (berdiri sejajar bersama dengan anak atau berlutut)
• Katakan “Apapun yang berjalan bapak / mama tetap sayang mirip kamu, anda tetap jagoan bapak / mama, dimata bapak / mama kamulah yang paling cantik”

3. Kebutuhan untuk mengontrol
• Jika memungkinkan, jikalau anda menyaksikan anak anda mesti untuk melakukan suatu hal sendiri maka ijinkanlah
• Sebenarnya itu adalah sistem belajar untuk dirinya sendiri dan akan benar-benar bermanfaat dimasa dewasa
• Harga diri anak akan makin tinggi, jikalau kami rajin memberikan pengecekan kepada anak, gara-gara anak terasa dapat melakukan kesibukan tanpa bantuan. Tentunya kesibukan yang aman sesuai bersama dengan kebijaksanaan orangtua
• Luangkan waktu khusus untuk beraktivitas dan memberikan pengecekan dan mengawasinya bersama dengan kasih sayang, apabila anak usia 2-3 th. minta makan sendiri, pergi ke sekolah sendiri, dan lain-lain

Semoga bermanfaat.

Baca juga :


Comments are closed.