Call Us:+1-888-888-888

Mewujudkan Pendidikan Karakter Yang Berkualitas

Home  /  Pendidikan  /  Mewujudkan Pendidikan Karakter Yang Berkualitas

26.May, 2019 Comments Off on Mewujudkan Pendidikan Karakter Yang Berkualitas Pendidikan

Mewujudkan Pendidikan Karakter Yang Berkualitas

Mewujudkan Pendidikan Karakter Yang Berkualitas

Dalam tataran teori, pendidikan karakter amat menjanjikan bagi menjawab kasus pendidikan di Indonesia. Namun di dalam tataran praktik, seringkali terjadi bias di dalam penerapannya. Tetapi sebagai sebuah upaya, pendidikan karakter haruslah sebuah program yang terukur pencapaiannya.

Bicara perihal pengukuran bermakna wajib ada alat ukurnya, jika alat ukur pendidikan matematika jelas, kasih soal ujian jika nilainya diatas strandard kelulusan bermakna dia bisa. Nah, bagaimana bersama pendidikan karakter?

Jika diberi soal perihal pendidikan karakter maka soal berikut tidak amat mengukur kondisi sebenarnya. Misalnya, jika kamu bersua orang yang tersesat ditengah jalur dan tidak memiliki duit untuk melanjutkan perjalananya apa yang kamu lakukan? contoh surat penawaran harga

Untuk hasil nilai ujian yang baik maka jawabannya adalah menopang orang tersebut, entah mengimbuhkan duit ataupun mengantarnya ke tujuannya. Pertanyaannya, seandainya perihal ini amat terjadi apakah bakal terjadi layaknya teorinya? Seperti jawaban ujian? Lalu apa alat ukur pendidikan karakter? Observasi atau pengamatan yang disertai bersama indikator tabiat yang dikehendaki.

Misalnya, mengamati seorang siswa di kelas selama pelajaran tertentu, tentunya siswa berikut tidak mengetahui selagi dia sedang di observasi. Nah, kami sanggup menentukan indikator jika dia memiliki tabiat yang baik selagi guru menjelaskan, anggaplah mendengarkan bersama seksama, tidak ribut dan terdapatnya catatan yang lengkap. Mudah bukan?

Dan ini wajib dibandingkan bersama beberapa situasi, bukan hanya di dalam kelas saja. Ada banyak langkah untuk mengukur perihal ini, menggunakan kreativitas kamu dan juga kerendahan hati untuk belajar lebih maksimal agar pengukuran ini lebih sempurna.

Membentuk siswa yang berkarakter bukan suatu upaya enteng dan cepat. Hal berikut perlu upaya terus menerus dan refleksi mendalam untuk membuat rentetan Moral Choice (keputusan moral) yang wajib ditindaklanjuti bersama aksi nyata, agar jadi perihal yang praktis dan reflektif.

Diperlukan sejumlah selagi untuk membuat semua itu jadi custom (kebiasaan) dan membentuk watak atau tabiat seseorang. Menurut Helen Keller (manusia buta-tuli pertama yang lulus cum laude dari Radcliffe College di th. 1904) “Character cannot be develop in ease and quite. Only through experience of trial and suffering can the soul be strengthened, vision cleared, ambition inspired, and success achieved.”

Selain itu pencanangan pendidikan karakter tentunya dimaksudkan untuk jadi keliru satu jawaban pada banyak variasi kasus bangsa yang selagi ini banyak dilihat, didengar dan dirasakan. Yang mana banyak kasus nampak yang diindentifikasi bersumber dari gagalnya pendidikan di dalam menyuntikkan nilai-nilai ethical pada peserta didiknya.

Hal ini tentunya amat tepat, sebab target pendidikan bukan hanya melahirkan insan yang cerdas, tapi termasuk menciptakan insan yang berkarakter kuat. Seperti yang dikatakan Dr. Martin Luther King, yaitu “intelligence and character that is the goal of true education” (kecerdasan yang berkarakter adalah target akhir pendidikan yang sebenarnya).

Banyak perihal yang sanggup dikerjakan untuk merealisasikan pendidikan karakter di sekolah. Konsep karakter tidak cukup dijadikan sebagai suatu poin di dalam silabus dan konsep pelaksanaan pembelajaran di sekolah, tapi wajib lebih dari itu, dikerjakan dan dipraktekan.

Mulailah bersama belajar taat bersama ketetapan sekolah, dan tegakkan itu secara disiplin. Sekolah wajib menjadikan pendidikan karakter sebagai sebuah tatanan nilai yang berkembang bersama baik di sekolah yang diwujudkan di dalam perumpamaan dan seruan nyata yang dipertontonkan oleh tenaga pendidik di dalam keseharian kesibukan di sekolah.

Di segi lain, pendidikan karakter merupakan upaya yang wajib melibatkan semua pemangku kepentingan di dalam pendidikan, baik pihak keluarga, sekolah dan lingkungan sekolah dan termasuk penduduk luas.

Oleh sebab itu, langkah awal yang wajib dikerjakan adalah membangun ulang kemitraan dan jejaring pendidikan yang kelihatannya jadi terputus satu diantara ketiga stakeholders paling dekat di dalam lingkungan sekolah yaitu guru, keluarga dan masyarakat.

Pembentukan dan pendidikan karakter tidak bakal sukses selama antara stakeholder lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan. Dengan demikian, tempat tinggal tangga dan keluarga sebagai lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama wajib lebih diberdayakan yang kemudian dapat dukungan oleh lingkungan dan kondisi pembelajaran di sekolah yang memperkuat siklus pembentukan tersebut.

Di samping itu tidak kalah pentingnya pendidikan di masyarakat. Lingkungan penduduk termasuk amat memengaruhi pada karakter dan watak seseorang. Lingkungan penduduk luas amat memengaruhi pada kesuksesan penanaman nilai-nilai etika, estetika untuk pembentukan karakter.

Menurut Qurais Shihab (1996; 321), kondisi kemasyarakatan bersama sistem nilai yang dianutnya, memengaruhi sikap dan langkah pandang penduduk secara keseluruhan. Jika sistem nilai dan pandangan mereka terbatas pada kini dan disini, maka upaya dan ambisinya terbatas pada perihal yang sama.

Ingin mewujudkan pendidikan karakter yang berkualitas? Maka kuncinya telah dipaparkan diatas, ada alat ukur yang benar agar ada evaluasi dan mengetahui apa yang wajib diperbaiki, terdapatnya tiga komponen penting (guru, keluarga dan masyarakat) di dalam upaya merelaisasikan pendidikan karakter terjadi secara nyata bukan hanya wacana saja tanpa aksi.

Ingat, Pendidikan karakter melalui sekolah, tidak sebatas pembelajaran ilmu semata, tapi lebih dari itu, yaitu penanaman moral, nilai-nilai etika, estetika, budi pekerti yang luhur. Dan yang terutama adalah praktekkan sehabis Info berikut diberikan dan laksanakan bersama tekun oleh setiap elemen sekolah.

Semoga bermanfaat.


Comments are closed.