Call Us:+1-888-888-888

Menanamkan Pendidikan Karakter Bangsa Adalah Suatu Prioritas

Home  /  Pendidikan  /  Menanamkan Pendidikan Karakter Bangsa Adalah Suatu Prioritas

26.May, 2019 Comments Off on Menanamkan Pendidikan Karakter Bangsa Adalah Suatu Prioritas Pendidikan

Menanamkan Pendidikan Karakter Bangsa Adalah Suatu Prioritas

Menanamkan Pendidikan Karakter Bangsa Adalah Suatu Prioritas

Mendidik cii-ciri adalah bahasan unik, mengapa unik? Karena bahasan ini bisa “lari” kemana-mana bila kami membicarakan perihal manusia. Dan persoalan perihal manusia adalah pekerjaan yang tidak ada habisnya, dari manusia lahir sampai meninggal banyak kejadian ajaib serta memalukan berlangsung dalam kehidupannya.

Manusia adalah aspek mutlak dalam menciptakan kehidupan yang baik. Kehidupan yang baik dan sejahtera itu bisa dibentuk dan diciptakan. Pertanyaannya bagaimana membentuknya?

Bentuklah dari kebiasaan. Sebagai contoh, di Hong Kong kepadatan lalu lintas tidak seruwet di Jakarta, bahkan condong sepi dan lenggang. Dengan penduduk lebih kurang 8,8 juta lalu lintas kendaraan di Hong Kong juga lenggang, bahkan hari-hari sibuk juga lenggang.

Apa orang hongkong tidak punya kendaraan? Tidak, ternyata di Hong Kong ada 2 kehidupan, kehidupan di dunia atas dan dunia bawah. Dunia atas adalah dunia yang aku maksudkan lenggang, tetapi dunia bawah adalah jalur subway atau kereta bawah tanah.

Jelas lebih padat aktifitas transportasi di dunia bawah. Hampir semua penduduk Hong Kong menggunakan fasilitas ini. Walaupun padat, tetapi meraka amat teratur. Keluar lewat pintu samping kanan dan penumpang masuk lewat pintu samping kiri, rapi dan teratur. Bagaimana ini bisa terjadi?

Ternyata ini adalah sistem dari pembiasaan, perihal ini sudah di biasakan sejak anak di sekolah dasar, sekolah mengajarkan keteraturan-keteraturan ini sejak umur dini. Mereka dibiasakan untuk jalankan ini, sehingga kelak mereka terbiasa. Para pembaca sekalian, anda mengerti berapa saat yang di butuhkan untuk membentuk cii-ciri layaknya ini? Apakah 6 bulan? 1 tahun? Ini butuh sistem yang cukup lama dan kudu dibudayakan.

Indonesia punya nenek moyang yang ramah tamah dan amat santun dalam berelasi dengan sesama dan kehidupan kesehariannya. Tetapi mengapa sampai ke belakang (saat ini), nilai itu pudar semua? Australia, suku asli Aborigin, mereka jauh tidak beradap dan jauh lebih brutal dari nenek moyang kita, tetapi kini mereka masuk dalam kategori negara yang amat tertata dan tingkat kehidupan yang condong makmur. Ungkap seorang rekan yang bercerita kepada saya.

Teringat juga aku saat rekan aku lebih tepatnya dosen pembimbing skripsi aku saat pulang dari Australia dan kami bertemu di tahun 2012. Dia bercerita, saat berlangsung banjir yang melumpuhkan Brisbane, dosen aku juga orang yang untungkan dikarenakan dia tinggal di flat yang agak tinggi dan tidak kudu mengungsi.

“Orang disana tidak egois, tempat tinggal yang masih ada penghuninya saling didatangi, entah mereka kenal apa tidak. Mereka ketok setiap pintu mereka menawarkan bahan makan dan selimut, menanyakan apa yang kami butuhkan, mereka saling share dengan mudahnya dan ikhlas.”

“Apakah itu petugas spesifik penanganan bencana yang mampir kerumah anda?” tanya saya, “Bukan, itu adalah tetangga–tetangga aku yang senasib dengan saya, dan mereka tidak tinggal di pengungsian” merinding aku dengar cerita tersebut. Bagaimana mereka bisa hidup berdampingan layaknya itu dan memperlakukan orang lain yang bukan asli Australia layaknya itu, tanpa pamrih.

Seandainya kami bisa berlaku layaknya negara tetangga kita, indahnya hidup dan kebersamaan ini. Hingga kelanjutannya aku diberi mengerti suatu fakta yang menyebabkan otak aku “kram” sesaat. Ternyata untuk edukatif dan menanamkan sikap layaknya di negara tetangga kami itu butuh saat minimal 16 tahun, secara kontinyu dan konsisten. Dan untuk edukatif anak baca dan tulis serta berhitung tidak lebih dari 6 bulan.

Orangtua di Australia, tidak pusing jikalau anaknya belum bisa baca tulis, dikarenakan itu bakal dikuasai dalam 6 bulan ke depan, tetapi sikap telaten dan pembentukan cii-ciri diterapkan sedini mungkin, mereka mengerti itu lebih mutlak dari hanyalah baca tulis di umur 3-5 tahun.

Semoga perihal ini bermanfaat, bisa mempunyai pencerahan dan kebaikan bagi negara kita.

Baca Juga :


Comments are closed.