Call Us:+1-888-888-888

Langkah Awal Dalam Pendidikan Karakter

Home  /  Pendidikan  /  Langkah Awal Dalam Pendidikan Karakter

26.May, 2019 Comments Off on Langkah Awal Dalam Pendidikan Karakter Pendidikan

Langkah Awal Dalam Pendidikan Karakter

Langkah Awal Dalam Pendidikan Karakter

Komitmen merupakan cara awal kecuali idamkan memiliki pembawaan yang baik, tapi komitmen layaknya apa yang dibutuhkan untuk mensukseskan pendidikan karakter? Yaitu disiplin pada pendidikan pembawaan itu sendiri. Dan kali ini kita bakal membahasnya dari sudut pandang sekolah.

Suatu saat saya sempat mempresentasikan perihal pendidikan pembawaan dan dampaknya pada guru dan karyawan sekolah. Saya dan rekan sengaja menyeting supaya lingkungan sekolah menjadi padu bersama dengan isu pendidikan pembawaan yang bakal didengungkan oleh sekolah yang bersangkutan.

Saat saya mengatakan perihal aturan sekolah dan aturan kelas, terlihat muka yang kurang nyaman, serta respon yang kurang antusias, serta air muka yang seakan berbeban berat menyikapi pelaksanaan pendidikan karakter. hidroponik sederhana

Ditengah-tengah acara saya mengatakan supaya sekolah tidak kudu tergesa-gesa melakukan perombakan besar didalam aturan sekolah. Saya benar-benar menyadari beban guru didalam mengajar dan kesibukan administrasinya, melakukan langkah by langkah yang penting tersedia komitmen didalam pelaksanaannya dan peliharalah disiplin sebagai motor penggerak pendidikan pembawaan itu sendiri, itu kuncinya. Disiplin, disiplin dan disiplin.

Sekilas saya jelaskan disiplin orang yang hidup di Indonesia bersama dengan dua musim, berbeda bersama dengan negara yang hidup bersama dengan empat musim. Ketangguhan, energi juang dan inisiatif termasuk berbeda. Kita di Indonesia adalah wilayah yang tantangan secara alamnya cukup sedikit dibandingkan bersama dengan mereka yang hidup di empat musim.

Karena salah satu segi inilah kita kudu belajar disiplin lebih lagi untuk kehidupan yang lebih baik. Disiplin benar-benar erat bersama dengan kesuksesan, apalagi disiplin tersedia didalam satu paket bersama dengan kesuksesan. Apapun yang hendak dicapai didalam kesuksesan itu disiplin adalah dasarnya.

Bahkan ukuran disiplin telah diformulasikan secara rinci oleh Malcolm Gladwell didalam bukunya Outlier, bahwa butuh 10.000 jam konsistensi untuk menjadi master didalam bidang apapun. Penyanyi, atlet, profesional di bidang bisnis yang sukses telah melalui proses 10.000 jam. Dan anda menyadari siapa saja yang telah menjadi master di bidangnya bukan?

Sebut saja, Ruth sahayana, Taufik hidayat, Agnes Monica, Purwacaraka, Juna, Rifat Sungkar, Chairul Tanjung, Hermawan Kertajaya dan masih banyak sekali tokoh yang dapat disebut master di bidangnya masing-masing.

Pendidikan pembawaan cenderung tidak bakal pernah tersentuh secara nyata kecuali tersedia cuma semata-mata proses pemahaman perihal pembawaan atau cuma berupa Info tanpa adanya tindakan.

Dewasa ini di sarana cetak, elektronik dan sarana internet banyak menginformasikan perihal persoalan jual membeli kunci ujian, contek mencontek, plagiatisme, apalagi persoalan kriminal yang dilakukan oleh pelajar, itu seluruh menunjukan bahwa nilai realisasi pembawaan bangsa tidak terwujud nyata. Fenomena ini terlihat akibat rendahnya mutu pendidikan di Indonesia.

Faktor yang memengaruhi antara lain :

Rendahnya fasilitas fisik
Rendahnya mutu guru
Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan
Rendahnya relevansi pendidikan bersama dengan kebutuhan
Visi dan moralitas pendidik serta anak didik yang rendah
Mahalnya cost pendidikan Memang menjadi persoalan betul-betul di negeri ini
Anggaran pendidikan yang telah tinggi tidak menanggung fasilitas fisik yang baik dan cost pendidikan yang terjangkau, penyebabnya menyadari moralitas masyarakat yang mementingkan golongan, kepetingan khusus dan mendapat situasi yang tepat.

Keenam kendala ini cuma dapat hilang kecuali nilai luhur dan pendidikan pembawaan benar-benar terealisasikan. Untuk beroleh hasil yang maksimal tentang bersama dengan permasalah diatas kiranya dibutuhkan suatu terobosan di dunia pendidikan untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter dan berprestas tinggi.

Untuk meraih itu dibutuhkan inovasi dan pengembangan nilai disiplin serta komitmen dari tiap-tiap perangkat sekolah supaya pendidikan pembawaan dapat konsisten berjalan. Dampak dari pendidikan pembawaan dapat membangun individu untuk mengenali dirinya sendiri dan dapat memutuskan target pendidikannya.

Pendidikan pembawaan sebenarnya telah tersedia sejak pernah layaknya apa yang diungkapkan Ki Hajar Dewantara melalui Among Metode, dimana tersedia tiga unsur pendidikan yang kudu terjadi sinergis yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.

Dengan Among Metode dikehendaki anak bakal tumbuh sesuai kodrat (naturelijke groei) dan situasi budaya sendiri (cultuur histories). Sehingga tersedia tiga hal yang patut dan kudu untuk dikembangkan didalam rangka membangun pembawaan yang berpendidikan yaitu membangun budaya supaya siswa selamanya siap bersama dengan perubahan yang jadi kompetitif mengingat budaya itu berupa kontinue, konvergen dan konsentris (Ki Hajar Dewantara).

Perhatikan kalimat Ki Hajar Dewantara selanjutnya “membangun budaya supaya siswa selamanya siap bersama dengan perubahan yang jadi kompetitif” artinya dibutuhkan sikap yang berkomitmen dan disiplin pada pelaksanaan pendidikan pembawaan itu sendiri, dan seluruh ini dapat diawali dari kita semua. Sudahkan anda berkomitmen pada hal ini?

Semoga bermanfaat.


Comments are closed.