Call Us:+1-888-888-888

Informasi Tentang Ovulasi dan Menstruasi

Home  /  Pendidikan  /  Informasi Tentang Ovulasi dan Menstruasi

21.Dec, 2018 Comments Off on Informasi Tentang Ovulasi dan Menstruasi Pendidikan

Informasi Tentang Ovulasi dan Menstruasi

Informasi Tentang Ovulasi dan Menstruasi

untuk anda yang perempuan, apa anda udah pernah merasakan menstruasi ? Pada umurmu yang udah menginjak remaja, menstruasi merupakan hal yang umum dialami oleh setiap perempuan. Biasanya menjelang menstruasi, ada tanda-tanda yang disebut bersama dengan Pre-Menstruation Syndrome (PMS). Hayo, siapa yang mulai sebal kecuali sedang diserang PMS? Eh, tetapi sebelum saat anda berpikir yang aneh-aneh mengenai menstruasi, kami kenalan lebih lanjut, yuk! Menstruasi itu perihal bersama dengan ovulasi (proses yang terjadi didalam siklus menstruasi perempuan), lho. Yuk, review informasinya di artikel ini!

Menstruasi adalah pendarahan secara periodik dari uterus (rahim) yang disertai pelepasan endometrium (lapisan terdalam rahim). Menstruasi terjadi kecuali ovum (sel telur) tidak dibuahi oleh sperma. Nah, oleh dikarenakan itu, perempuan yang sedang hamil tidak mengalami menstruasi, dikarenakan ovumnya udah dibuahi oleh sperma.

Sementara itu, ovulasi adalah moment pelepasan ovum berupa oosit sekunder (sel yang berukuran besar) dari ovarium (indung telur). Ovulasi terjadi terhadap pertengahan siklus (1/2 n) menstruasi. Untuk periode/siklus (n)= 28 hari, ovulasi terjadi terhadap hari ke-14 juga sejak hari pertama menstruasi. Ovulasi perihal bersama dengan adanya jalinan pada hipotalamus dan ovarium. Interaksi tersebut akan menghasilkan 4 fase menstruasi, yakni fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi dan fase pasca-ovulasi.

Fase Menstruasi
Fase menstruasi terjadi kalau ovum tidak dibuahi oleh sperma, supaya korpus luteum (massa jaringan kuning di dlama ovarium) akan menghentikan memproduksi hormon yang bernama estrogen dan progesteron. Turunnya takaran estrogen dan progesteron membawa dampak lepasnya ovum dari dinding uterus yang menebal (endometrium). Setelah ovum lepas, endometrium jadi sobek dan meluruh, supaya dindingnya juga jadi menipis. Karena dinding endometrium banyak punya kandungan pembuluh darah, maka terjadilah pendarahan terhadap fase menstruasi. Pada umumnya, sistem pendarahan ini terjadi selama 5 hari bersama dengan biasanya pengeluaran volume darah sebanyak 50ml.

Fase Pra-Ovulasi
Pada fase pra-ovulasi atau akhir siklus menstruasi, hipotalamus (bagian otak yang terdiri dari sejumlah nukleus) mengeluarkan hormon gonadotropin yang merangsang hipofisis mengeluarkan (follicle stimulating hormone) FSH. Adanya FSH merangsang pembentukan folikel primer di didalam ovarium yang mengitari satu oosit primer. Folikel primer dan oosit primer akan tumbuh hingga hari ke-14 hingga folikel jadi matang atau disebut folikel de Graff bersama dengan ovum di dalamnya.

Selama pertumbuhannya, folikel juga melewatkan hormon estrogen yang membawa dampak pembentukan ulang sel-sel penyusun dinding didalam uterus atau endometrium. Proses pembentukan ulang tersebut disebut bersama dengan proliferasi. Tahukah kamu, peningkatan estrogen selama pertumbuhan folikel juga merubah serviks untuk mengeluarkan lendir yang berupa basa. Lendir tersebut berguna untuk menetralkan pembawaan asam basa serviks supaya lebih mengatur lingkungan hidup sperma yang ideal.

Fase ovulasi
Pada sementara mendekati fase ovulasi terjadi perubahan memproduksi hormon. Peningkatan takaran estrogen selama fase pra-ovulasi membawa dampak terjadinya rintangan terhadap pelepasan kelanjutan FSH dari hipofisis. Turunnya konsentrasi FSH membawa dampak hipofisis melewatkan (luteinizing hormone) LH yang merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graff. Kondisi tersebut disebut ovulasi, yakni sementara terjadi pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graff dan siap dibuahi oleh sperma. Umumnya ovulasi terjadi terhadap hari ke-14. Jangan hingga lupa ya, Squad!

Fase Pasca-Ovulasi
Pada fase pasca-ovulasi, folikel de Graff yang ditinggalkan oleh oosit sekunder akan berkerut dan berubah jadi korpus luteum dan tetap memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Meskipun korpus luteum memproduksi estrogen, tetapi estrogen yang diproduksi tidak sebanyak yang diproduksi oleh folikel de Graff.

Progesteron menopang kerja estrogen bersama dengan menebalkan endometrium. Progesteron juga merangsang sekresi lendir terhadap vagina dan pertumbuhan kelenjar susu terhadap payudara. Keseluruhan faedah tersebut berguna untuk menyiapkan implantasi zigot terhadap uterus kalau terjadi pembuahan atau kehamilan.

Proses pasca ovulasi ini terjadi dari hari ke-15 hingga hari ke-28. Namun, kalau sekitar hari ke-26 tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan menua berubah jadi korpus albikan supaya tidak menghasilkan hormon lagi. Korpus albikan ini memiliki kapabilitas memproduksi hormon estrogen dan progesteron yang rendah, oleh dikarenakan itu konsentrasi estrogen dan progesteron akan menurun.

Ternyata sistem menstruasi dan ovulasi ini tidak sesederhana yang dipikirkan selama ini, ya! Meskipun tidak sederhana, tetapi jangan lupa untuk terus anda ingat supaya tambah paham. biologi.co.id


Comments are closed.