Call Us:+1-888-888-888

7 Hambatan Keterlibatan Keluarga Dalam Kegiatan Sekolah

Home  /  Pendidikan  /  7 Hambatan Keterlibatan Keluarga Dalam Kegiatan Sekolah

23.Nov, 2018 Comments Off on 7 Hambatan Keterlibatan Keluarga Dalam Kegiatan Sekolah Pendidikan

7 Hambatan Keterlibatan Keluarga Dalam Kegiatan Sekolah

7 Hambatan Keterlibatan Keluarga Dalam Kegiatan Sekolah – Melibatkan family dalam urusan ini orangtua dalam praktek edukasi di sekolah bukanlah mudah, khususnya pelibatan orangtua dalam urusan pemikiran, ide, atau gagasan.

Hal ini mengingat, biasanya antara sekolah dan orangtua kadang mempunyai harapan dan kepentingan bertolak belakang tentang bagaimana mendidik anak.

Ahmad Suriansyah, seorang doktor bidang manajemen edukasi lulusan Universitas Utara Malaysia, dalam bukunya “Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat: Dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat” menulis, tidak sedikit kendala atau hambatan didatangi dalam membulatkan harapan dan kepentingan tersebut.

Dilansir dari forum Sahabat Keluarga Kemendikbud, hambatan-hambatan itu antara lain:

1. Ekonomi

Orangtua murid yang mempunyai tingkat ekonomi masih rendah tidak jarang disibukkan dengan kegiatan sehari-hari guna memenuhi keperluan hidup sehari-hari. Kesibukan ini mengakibatkan mereka ingin sulit berpartisipasi/terlibat aktif dalam sekian banyak kegiatan bareng sekolah.

2. Kurang percaya diri

Orangtua siswa tidak cukup percaya diri untuk menolong sekolah. Hal ini diperkuat dengan sikap pihak sekolah yang pun kurang percaya diri menolong orangtua siswa dalam menanggulangi masalah-masalah edukasi anak di rumah.

3. Kesenjangan generasi

Orangtua murid yang usianya paling tua atau figur masyarakat yang telah sepuh ingin tidak inginkan terlibat tidak sedikit dalam sekian banyak kegiatan sekolah, meskipun sebetulnya keterlibatan mereka sangat diperlukan sekolah.

4. Kesibukan pekerjaan

Kesibukan kegiatan adalah salah satu urusan yang menjadi pertimbangan untuk orangtua murid terlibat dalam sekian banyak kegiatan sekolah, lebih-lebih di pedesaan yang lazimnya bermata pencaharian sebagai petani

5. Norma dan nilai budaya

Faktor kebiasaan dari orangtua yang kuat seolah-olah guru ialah seorang berpengalaman yang memiliki keterampilan mengatasi segala masalah. Akibatnya, orangtua sering memberikan sepenuhnya keberhasilan edukasi anaknya untuk pihak sekolah.

6. Budaya kelas

Keterbukaan sekolah untuk menyuruh partisipasi orangtua murid masih belum optimal. Ada keraguan pihak guru dan sekolah dan bahkan ketakutan bila orangtua siswa mengerjakan intervensi pada hal-hal teknis yang menjadi kewenangan guru.

7. Pengalaman negatif masa lalu

Sekolah tidak jarang mempunyai pengalaman negatif dampak keterlibatan orangtua siswa. Hal ini membawa dan memprovokasi sekolah untuk tak mau berbuat tidak sedikit dalam membina kemitraan yang optimal.

Selengkapnya: bahasainggris.co.id/


Comments are closed.